Bonus Deposit Rp.5.000 Setiap Harinnya Hanya di www.domino365.net

Rabu, 27 Januari 2016

Morata Cemerlang, Juventus Hajar Inter Milan


Domino365.com, Turin - Juventus berhasil meringankan langkahnya ke partai puncak Coppa Italia usai menaklukan Inter Milan di leg pertama babak semifinal Coppa Italia dengan skor 3-0, Kamis (28/1/2016) di Juventus Stadium, Turin. Adalah sosok Alvaro Morata yang berhasil menyumbangkan dua gol untuk Juve pada laga ini.

Sejak peluit tanda dimulainya laga berbunyi, Juventus langsung tancap gas. Kwadwo Asamoah mengancam gawang Inter Milan, namun sayang upayanya masih belum menemui sasaran.

Masuk menit ke-7, kerja sama apik Juan Cuadrado dan Paul Pogba mampu merepotkan baris pertahanan Inter. Namun penyelesaian akhir yang kurang baik dari Mario Mandzukic membuat peluang terbuang percuma.

Inter bukannya tanpa serangan. Percobaan Medel dan Felipe Melo dari luar kotak penalti berhasil mengancam gawang Juventus pada menit ke-10. Namun penjaga gawang Juve, Neto, dengan sigap menghalangnya.

Memasuki menit ke-34, Cuadrado berhasil menusuk masuk ke area kotak penalti Inter Milan, pertahanan Inter pun panik. Bek Inter, Jeison Fabian Murillo, terpaksa mengganjal Cuadrado, sehingga terjatuh.

Wasit langsung menunjuk titik putih dan memberi kartu kuning untuk Murillo. Alvaro Morata yang maju sebagai algojo sukses membuka keunggulan untuk Juventus. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.

Di babak kedua, permainan Juventus makin terbuka. Berulang kali Juan Cuadrado dan Paul Pogba berhasil menciptakan umpan-umpan matang.

Namun dalam 15 menit babak kedua berjalan, Inter Milan lebih mendominasi bola. Sayang permainan tersebut tidak berbuah manis.

Juve kembali menambah keunggulan pada menit ke-63. Alvaro Morata kembali menambah pundi-pundi golnya pada laga ini. Morata dengan cermat memanfaatkan bola liar yang gagal diantisipasi gelandang Inter, Felipe Melo. Skor 2-0 untuk keunggulan Juventus.

Lagi-lagi bek Inter, Jeison Fabian Murillo, melakukan hal ceroboh. Ia harus diusir wasit akibat menerima kartu kuning kedua setelah melanggar Juan Cuadrado.

Bermain dengan 10 orang, Inter makin kewalahan. Pemain pengganti Juventus, Paulo Dybala, ikut andil dalam pesta gol Si Nyonya Tua ke gawang La Beneamata.

Menit ke-83 Dybala dengan cermat memanfaatkan operan Kwadwo Asamoah. Bola yang mengalir deras ke gawang Inter berhasil mengubah skor menjadi 3-0 untuk keunggulan Juventus.

Hasil tersebut bertahan hingga laga usai. Juventus berhasil mengemas kemenangan 3-0 dan akan kembali bentrok dengan Inter Milan di leg kedua babak semifinal Coppa Italia pada 2 Maret 2016 mendatang di Giussepe Meazza.

Susunan pemain:

Juventus: Neto; Caceres, Bonucci, Chiellini; Cuadrado (Padoin), Pogba, Marchisio, Asamoah, Evra (Alex Sandro); Mandzukic (Dybala), Morata
Cadangan: Buffon, Rubinho, Lichtsteiner, Barzagli, Rugani, Alex Sandro, Padoin, Hernanes, Dybala

Inter: Handanovic; D’Ambrosio, Miranda, Murillo, Nagatomo; Felipe Melo (Brozovic), Medel, Kondogbia; Biabiany (Icardi), Jovetic, Ljajic (Juan Jesus)
Cadangan: Carrizo, Berni, Juan Jesus, Palacio, Icardi, Telles, Montoya, Santon, Ranocchia, Gnoukouri, Brozovic, Manaj


Bonus Freechips 5.000
Bonus Referral 20%
Bonus Cashback 0.3%
Pelayanan dan Proses Deposit / Withdraw Cepat

Untuk info lebih Lanjut :

Web : Domino365.com
Pin BBM : 5598274D



Brendan Rodgers Buka Suara Soal Keterpurukan MU


Domino365.com, Liverpool - Mantan Manajer Liverpool, Brendan Rodgers menilai keterpurukan Manchester United bukanlah salah Louis van Gaal. Rodgers menilai pemain lebih layak disalahkan atas hal tersebut.

"Saya pikir ini lebih kepada soal pemain. Jika Anda lihat MU dan melihat para pemain mereka, apakah para pemain mereka dapat bermain menarik seperti yang telah mereka tampilkan sebelumnya? Itu adalah hal besar yang harus dibenahi," kata Rodgers dilansir Talksport.

Kekalahan 0-1 dari Southampton memang menjadi muara dari kekesalan fans atas kinerja MU. Pasca kekalahan itu, desakan fans untuk memecat Van Gaal semakin nyaring terdengar.

Banyak yang menganggap, Van Gaal adalah biang kerok dari menurunnya penampilan MU di musim ini. Pasalnya, Si Tulip Besi -julukan Van Gaal- dinilai menerapkan taktik yang membosankan.

Rodgers menambahkan, kegagalan para pemain MU untuk tampil menghibur itulah, yang akhirnya membuat Van Gaal menjadi kambing hitam. Padahal, kata Rodgers, Van Gaal adalah manajer berkualitas.

"Media mengarahkan bidikan mereka pada Van Gaal setiap hari, setiap minggu.Tetapi Van Gaal telah lama di level atas. Ini adalah saat sulit baginya, tapi dia mungkin sudah mengetahui hal ini sebelum dia datang ke sini," Rodgers mengakhiri.


Bonus Freechips 5.000
Bonus Referral 20%
Bonus Cashback 0.3%
Pelayanan dan Proses Deposit / Withdraw Cepat

Untuk info lebih Lanjut :

Web : Domino365.com
Pin BBM : 5598274D


Luis Suarez Selalu Mencintai Liverpool

 

Domino365.com, Liverpool - Luis Suarez tak pernah bisa melupakan Liverpool. Bau rumput lapangan Stadion Anfield, gemuruh sorak-sorai Liverpudlian selalu terngiang di benak penyerang yang kini merumput bersama Barcelona ini. 

"Sungguh, saya merindukan mereka (suporter Liverpool)," ujar penyerang asal Uruguay ini seperti dikutip ESPN. "Atmosfer Anfield selalu luar biasa...luar biasa."

Maka itu, kata Suarez, jika ada kesempatan kembali bermain di Tanah Inggris, dia hanya akan memilih "pulang" ke Liverpool. Sebab, memang di situlah "rumah" dia di Inggris. Suarez, 28 tahun, memang selalu mencintai Liverpool.

Liverpool, ya selama empat musim di Liverpool, nama Luis Suarez memang sempat jadi idola. Bukan hanya lantaran di musim terakhir, dia mencetak 31 gol dan jadi topscorer Liga Inggris, tapi juga karena kiprah fenomenalnya bersama The Reds.


Hanya Satu Gelar

Memang, Suarez hanya mampu melabuhkan satu gelar bersama Liverpool, Piala Liga 2011/12. Namun, sekali lagi, itu bukan halangan suporter untuk mencintai pemain yang mengawali karier di Nacional ini sepenuh hati.

Di luar itu, Suarez sendiri merasa sangat dihargai suporter Liverpool. Dia bahkan sempat disejajarkan dengan Robbie Fowler, salah satu penyerang legendaris The Reds.


Padahal, seperti selalu diakui Suarez, bahwa dirinya bukan orang suci. Pria kelahiran Salto, Uruguay, 24 Januari 1987 ini bukan sekali dua bermasalah di lapangan. Namun, di mata pendukung, Suarez tetaplah idola. Sampai akhirnya dia memutuskan menerima pinangan Barcelona, Juli 2014.

Namun, sebenarnya, kepergian Suarez ke Barcelona tak selamanya membuat Liverpool berduka. Sebab, mereka mendapat kompensasi dana lumayan besar, 75 juta pound atau sekitar Rp 1,4 triliun.

Banyak Masalah
Di Liverpool sendiri, kiprah gemilang Suarez diwarnai banyak masalah. Bahkan, saat pertama kali datang dari Ajax Amsterdam, awal musim 2011/12, dia sudah membawa kasus menggigit telinga pemain PSV Eindhoven, Otman Bakkal di sebuah laga Eredivisie.

Uniknya, kasus seperti ini dia ulangi saat berseragam Liverpool. Tepatnya, saat lawan Chelsea, 21 April 2013, Suarez menggigit telinga bek The Blues, Branislav Ivanovic.

Bukan hanya tidak kekerasan, Suarez, yang telah 82 laga dengan 43 gol untuk Uruguay, juga bermasalah dengan mantan bek Manchester United, Patrice Evra. Pemain asal Prancis itu menuding Suarez telah berlaku rasis terhadap dirinya.


Namun, ya itu tadi, kiprah empat musim Suarez di Liverpool dengan total 69 gol dari 110 laga, tetap terus diingat publik Anfield. Tak salah juga jika Suarez sangat menghargai mereka.

"Semua pemain yang pernah membela Liverpool pasti tahu betapa pentingnya suporter," Suarez menuturkan. "Dan, mereka juga tahu, bahwa mereka selalu berada di hati saya."


Bonus Freechips 5.000
Bonus Referral 20%
Bonus Cashback 0.3%
Pelayanan dan Proses Deposit / Withdraw Cepat

Untuk info lebih Lanjut :

Web : Domino365.com
Pin BBM : 5598274D






Rossi Kesal Marquez Bawa Teknisi Honda ke Tavullia


DOMINO365 – Mantan teknisi ban Bridgestone di Tim Movistar Yamaha, Pit Baumgartner, mengungkapkan hal yang belum diketahui banyak pihak sebelumnya. Baumgartner menyebut Valentino Rossi sempat kesal kepada Marc Marquez ketika menjalani latihan di akademi balap milik The Doctor di Tavullia, Urbino, Italia pada 2014.

Hal yang membuat Rossi marah ialah keputusan Baby Alien –julukan Marquez– yang membawa teknisi Tim Repsol Honda ke akademi miliknya. Rossi menilai keberaaan tim teknisi sangat mengganggunya.

Rossi yang saat itu sedang berlatih takut dimatai-matai mereka. Karena itu, wajar jika rider yang kini berusia 36 tahun begitu kesal.

“Setelah GP Misano 2014, beberapa pembalap datang ke akademi milik Rossi untuk berlatih. Mereka di antaranya Bradley Smith, Chad Reed dan juga Marc Marquez,” jelas Baumgartner seperti mengutip dari Speedweek, Rabu (27/1/2016).

“Saat saya sedang duduk di meja dengan Marquez dan Rossi, tak lama kemudian Marquez bangun dan membawa seluruh teknisi Tim Repsol Honda. Saat itu juga Rossi berbicara kepada saya dan kesal kepada Marquez,” urainya.

Sumber : Okezone



Bonus Freechips 5.000
Bonus Referral 20%
Bonus Cashback 0.3%
Pelayanan dan Proses Deposit / Withdraw Cepat

Untuk info lebih Lanjut :

Web : Domino365.com
Pin BBM : 5598274D